Bridgeout.id – Jaecoo Indonesia saat ini sedang berusaha memenuhi permintaan J5 yang dikabarkan sudah mencapai 10.000 unit pemesanan. Hal ini membuat banyak konsumen menunggu dalam waktu yang cukup panjang untuk mendapatkan unit.
Head of Marketing Jaecoo Indonesia Ilham Pratama mengatakan bahwa sejumlah upaya dilakukan, terutama dalam meningkatkan kapasitas produksi. Ia menyampaikan dalam diskusi bersama Forwot bertajuk “Indonesia's Automotive Outlook”, mobil listrik yang diproduksi pada fasilitas milik Inchcape di Wanaherang, Bogor itu menjadi prioritas.
“Jadi J5 ini salah satu produk yang menjadi viral. Kita sudah mendapatkan 10 ribu SPK. Kita di bulan-bulan ini Januari-Februari tentunya kita melakukan pengiriman-pengiriman terhadap mereka yang sudah melakukan pemesanan di tahun lalu, karena mereka tentunya sudah ada bahkan melakukan pemesanan di GIIAS,” kata Ilham di Sentul, Bogor, Jumat, 23 Januari 2026.
Seperti diketahui, Jaecoo J5 menjadi perbincangan hangat di media sosial karena konsumen yang sudah memesan tak kunjung mendapat kepastian kapan unit tersebut akan didapatkan. Bahkan, ada yang menyampaikan bahwa mereka diminta membayar lebih tinggi dibandingkan harga kesepakatan.
Seperti diketahui, Jaecoo J5 dibanderol Rp249,9 juta untuk varian Standard dan Rp299,9 juta untuk varian Premium. Ini membuat mobil listrik bergaya SUV tersebut menjadi model termurah di kelasnya.
Melihat respon konsumen tersebut, Ilham menyampaikan permintaan maaf kepada konsumen karena harus menunggu lama. Tapi, ia memastikan Jaecoo Indonesia berupaya keras untuk memenuhi seluruh pemesanan.
“Tapi dalam hal ini kita juga minta maaf kepada konsumen dengan adanya waktu tunggu yang cukup lama. Waktu tunggu cukup lama ini karena ada perangkitan lokal, dan kita pun terus berupaya untuk menambah kapasitas produksi,” tuturnya.
Upaya kerja sama dengan Inchcape dalam memproduksi J5 juga disebutkan Ilham sebagai upaya Jaecoo Indonesia. Diharapkan hal tersebut dapat memangkas masa tunggu konsumen untuk mendapatkan unit yang mereka pesan.
“Kita memiliki satu fasilitas lagi yang sudah menjadi kerja sama dan itu untuk memproduksi J5. Artinya, ini menjadi upaya kita bahwa kita menambah kapasitas produksi untuk melengkapi atau memenuhi permintaan dari konsumen,” ucapnya.

