Industri Otomotif Indonesia Masih Bergejolak, Suzuki Berani Pasang Target Tinggi

Ramdan
By
Ramdan
Reporter
- Reporter
2 Min Read

Bridgeout.id – PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) memasang target besar pada tahun ini, meski industri otomotif Indonesia belum menunjukkan perbaikan. Produsen asal Jepang itu yakin lini model yang ditawarkan sesuai dengan kebutuhan konsumen Indonesia.

Deputy Managing Director Sales and Marketing 4W SIS Dony Ismi Himawan Saputra mengungkapkan pihaknya yakin daya beli kendaraan tahun ini lebih baik. Bahkan, Suzuki memasang target market share retail sebesar 9,5 persen pada 2026.

“Kalau kita bicara 2024 ke 2025, secara overall total market turun. Tapi pasar kami masih sama. Jadi market share kami masih sama. Kami menatap 2026 ini lebih optimis. Kami harapkan di 2026 ini target market share kami di angka 9,5 persen,” kata Dony di Jakarta, seperti dikutip, Minggu, 1 Februari 2026.

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil Suzuki secara retail atau pengiriman dari diler ke konsumen pada 2025 tembus 64.386 unit. Kendaraan komersial ringan New Carry menjadi tulang punggung dengan kontribusi mencapai 47 persen.

Suzuki Fronx juga berhasil mendongkrak penjualan karena mendapat respon yang sangat positif dari konsumen Indonesia. SUV yang diluncurkan pada Mei 2025 itu mencatatkan penjualan hampir 10.000 unit atau setara 14 persen dari total distribusi Suzuki sepanjang 2025.

Tahun ini, Dony mengungkapkan Suzuki memiliki beberpaa amunisi untuk mendongkrak penjualan. Namun, belum ada informasi lebih lanjut mengenai produk apa yang akan dibawa oleh brand berlogo S itu di Indonesia.

“Ada beberapa produk yang kami siapkan di 2026. Untuk detailnya nanti tunggu informasi lebih lanjut. Ada beberapa produk, artinya lebih dari satu,” ujarnya.

Strategi lain dari Suzuki untuk meningkatkan angka penjualan adalah dengan memberikan pengalaman memuaskan kepada konsumen. Selain itu, mereka juga akan memperkuat jaringan diler dan berusaha lebih dekat dengan target pasar.

“Kami meng-improve operasional kami sehingga kepuasan pelanggan semakin tinggi dan tetap kembali di Suzuki. Kemudian yang ketiga adalah bagaimana kami mendekatkan diri kami. Artinya network dan outlet kami lebih dekat lagi kepada konsumen secara jaraknya,” tuturnya.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *