Mulai 2027, China Larang Gagang Pintu Mobil Rata Bodi

Ramdan
By
Ramdan
Reporter
- Reporter
3 Min Read
CHANGAN Deepal S07 didukung Golden Shield Battery. (Dok CHANGAN)

Bridgeout.id – Pemerintah China mulai serius dalam menerapkan larangan handle pop-up atau gagang pintu mobil rata bodi. Ini didasarkan atas keselamatan pengguna ketika terjadi kecelakaan lalu lintas.

Sebelumnya, seorang profesional Litbang dari produsen mobil yang berbicara dengan Mingjing Pro, mendiskusikan mengenai peraturan baru yang secara tegas melarang gagang pintu yang dapat ditarik sepenuhnya.

Melansir Carscoops, mulai tahun 2027, pemerintah China akan melarang gagang pintu yang ramping. Keputusan tersebut mengikuti banyaknya kecelakaan fatal yang mana penumpang dan tim penyelamat tidak dapat membuka pintu mobil setelah tabrakan.

Seperti diketahui, sebagian besar mobil buatan China dibekali gagang pintu model pop-up atau retractable. Gagang pintu ini membuat tampilan mobil terlihat lebih futuristis, karena tersembunyi rata dengan bodi mobil dan akan muncul otomatis jika pintu ingin dibuka.

Di bawah aturan baru, semua kendaraan akan diminta untuk menampilkan gagang pintu dan eksterior dengan fungsi pelepasan mekanis, memastikan mereka masih dapat dibuka bahkan jika daya gagal atau kendaraan rusak parah.

Indikasi pertama dari perubahan datang pada pertengahan Desember, ketika Kementerian Industri dan Teknologi Informasi China memasukkan proposal dalam rancangan peraturan baru. Ini mengamanatkan bahwa setiap kendaraan penumpang dengan berat di bawah 3,5 ton harus menerapkan gagang pintu yang mempertahankan fungsi mekanis setelah kecelakaan.

Larangan ini diprediksi berdampak global karena China saat ini menjadi eksportir mobil terbesar dunia. Bahkan, produsen Barat dan Amerika yang berjualan di China diyakini bakal menyesuaikan desain global mereka demi efisiensi produksi dan kepatuhan regulasi.

Gagang pintu model rata bodi menjadi ciri khas desain mobil listrik modern di China. Model-model seperti Tesla Model S dan BYD Seal memakai gagang pintu jenis ini, begitu pula pada Tesla Model 3 dan Tesla Model Y. Desain ini diklaim membantu aerodinamika demi menambah jarak tempuh kendaraan listrik.

Digadang-gadang, keuntungan aerodinamika dari gagang pintu elektrik yang rata berupa pengurangan hambatan udara sekitar 0,005-0,01 koefisien drag, atau bisa menghemat sekitar 0,6 kWh per 100 km.

Tapi sejak 2024, keluhan terhadap gagang pintu jenis ini terus meningkat. Selain bermasalah setelah tabrakan, mekanismenya juga kerap macet saat cuaca dingin ekstrem. Sejumlah kecelakaan serius turut memperkuat urgensi aturan ini.

Pada Oktober lalu, seorang penumpang tewas dalam kecelakaan di Chengdu karena pintu mobil tidak bisa dibuka dari luar. Insiden serupa juga menewaskan tiga orang di Tongling. Media Sixth Tone melaporkan, kedua kecelakaan tersebut melibatkan Xiaomi SU7 Ultra.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *