Bridgeout.id – Oli mesin menjadi komponen panting dalam menunjang kinerja kendaraan bermotor. Fungsinya juga cukup krusial karena melindungi komponen dari gesekan yang membuatnya lebih tahan lama.
Namun, oli mesin memiliki rentang waktu penggunaan yang bisa ditentukan oleh beberapa faktor. Paling mudah adalah dengan mengikuti panduan yang ada di buku servis.
Tetapi, banyak yang mengira apabila oli mesin sudah berwarna hitam maka perlu diganti. Novianto Kurniawan, Manager Part Operation Division PT Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM) mengatakan itu memang menjadi salah satu indikator, tapi itu juga sebagai penanda oli bekerja dengan baik.
Rentang atau fase oli itu kapan harus diganti. Awal mula oli baru itu pasti viscosity index-nya tinggi. Terus turun, kemudian dia bekerja melindungi, melumasi dan sebagainya, sampai fase menengah di bagian sini ini sebenarnya sudah titik akhir untuk oli itu harus diganti,” kata Novianto di Jakarta, Rabu (17/12/2025).
Kondisi tersebut membuat oli mengalami perubahan karena melumasi setiap komponen dalam mesin. Novianto juga menjelaskan bahwa oli yang sudah menghitam bukan berarti perlu diganti.
“Jadi sebenarnya oli hitam itu, ya belum tentu jelek sebenarnya. Karena oli hitam itu berarti dia bekerja. Nah yang penting adalah timing ganti olinya. Ya pada saat dia sudah memang sudah waktunya, contoh kalau di Yamaha ada berdasarkan buku servis, itu harus diganti,” tuturnya.
Novianto juga menjelasakan bahaya saat oli mesin tidak diganti sesuai interval yang disarankan pabrikan. Ia menyampaikan komponen dalam mesin dapat mengalami kerusakan lebih cepat.
“Kalau tidak diganti, nah itu menyebabkan olinya nanti menguap. Nanti komponen mesinnya jadi beradu, jadi perlindungannya lebih tipis, itu akan lebih bahaya lagi,” ucapnya

