Penjualan Sepeda Motor di Indonesia Meningkat, Tembus 6,4 Juta Unit

Ramdan
By
Ramdan
Reporter
- Reporter
2 Min Read

Bridgeout.id – Asosiasi Industri Sepeda Motor Indonesia (AISI) mengumumkan penjualan kendaraan roda dua sepanjang 2025. Tahun lalu ditutup dengan capaian positif, mencatatkan penjualan sebesar 6.412.769 unit atau naik 1,3 persen dibandingkan 2024.

Pertumbuhan ini terjadi di tengah pelemahan daya beli sepanjang tahun lalu. Ini menunjukkan bahwa sepeda motor masih menjadi alat transportasi produktif paling efisien dan efektif yang dibutuhkan masyarakat.

Ketua Bidang Komersial AISI Sigit Kumala mengatakan kondisi pasar sepeda motor domestik yang stabil sepanjang tahun lalu karena peran aktif dari para produsen. Sehingga masyarakat Indonesia tertarik untuk membeli sepeda motor baru untuk kebutuhan mobilitas harian.

“Rata-rata per bulan penjualan sepeda motor domestik di angka 535.000 unit. Ini menggambarkan sepeda motor memang sangat dibutuhkan karena efisien dan efektif,” kata Sigit seperti dikutip dalam keterangan resmi, Jumat, 9 Januari 2026.

“Kami berharap pertumbuhan ini akan berlanjut tahun ini sehingga industri sepeda motor dapat terus berkontribusi menggerakkan ekonomi tahun ini,” lanjutnya.

Berdasarkan data AISI, segmen skutik masih mendominasi permintaan sepeda motor baru di pasar domestik dengan kontribusi 91,7 persen. Sisanya 4,46 persen berasal dari motor underbone atau motor bebek, 3,51 persen tipe sport dan kontribusi sepeda motor listrik masih di bawah 1 persen.

Sigit mengungkapkan dukungan industri pembiayaan juga memiliki peran penting terhadap stabilitas pasar sepeda motor tahun lalu. Dengan pendanaan yang relatif kuat dan sehat, masyarakat berkesempatan untuk mendapatkan kemudahan saat ingin membeli sepeda motor.

Kontribusi pembelian secara kredit yang mencapai sekitar 65 persen menempatkan industri pembiayaan sebagai support system yang berperan penting dalam menjaga laju pertumbuhan permintaan pasar di tahun lalu.

“Tahun lalu diwarnai penurunan daya beli terutama di masyarakat ekonomi menengah dan mereka memilih membeli sepeda motor untuk menopang kegiatan ekonomi produktif mereka. Ini juga membuat market tahun lalu tetap tumbuh meski tidak besar,” ucap Sigit.

Secara geografis, pertumbuhan permintaan di luar Pulau Jawa yang signifikan mampu menjadi kompensasi penurunan penjualan di Pulau Jawa. Hasil komoditi luar pulau yang positif menjadi penyeimbang pelemahan daya beli di Pulau Jawa yang tahun lalu beberapa industri kesulitan.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *