Bedah Cara Kerja Mesin Hybrid Mitsubishi Xforce HEV yang Irit

5 Min Read
New Mitsubishi Xforce HEV

Bridgeout.id PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Sales Indonesia (MMKSI) sukses menggebrak pasar otomotif Tanah Air melalui peluncuran resmi Mitsubishi New Xforce HEV. Sebagai lini Elevated Urban SUV tertinggi, kendaraan elektrifikasi rakitan lokal ini tidak hanya menawarkan diferensiasi visual yang modern, melainkan juga efisiensi bahan bakar yang sangat radikal.

Bermodal tangki bahan bakar berkapasitas 42 liter, mobil ini diklaim mampu menjelajah jarak lebih dari 1.000 kilometer dalam satu kali pengisian penuh. Sektor dapur pacu canggih dan kecerdasan sistem manajemen energilah yang menjadi kunci utama di balik ketangguhan jarak tempuh tersebut.

Sinergi Dapur Pacu Generasi Kedua Mitsubishi Motors

Kunci keiritan ekstrem dari New Xforce HEV bersumber dari kombinasi sistem Hybrid Electric Vehicle (HEV) generasi kedua milik Mitsubishi. SUV kompak ini menggendong mesin bensin 1.600 cc DOHC MIVEC empat silinder berkode 4A92 yang dipadukan secara sinergis dengan motor listrik performa tinggi serta baterai lithium-ion.

Jantung mekanis konvensionalnya mampu memproduksi tenaga sebesar 107 PS dengan torsi 134 Nm. Sementara itu, motor listriknya bertindak sebagai penyuplai daya instan yang sangat bertenaga, menyemburkan daya hingga 116 PS dan torsi melimpah sebesar 255 Nm sejak putaran awal.

Efisiensi Optimal Tanpa Beban Mekanis Tradisional

Mitsubishi juga menerapkan pendekatan mekanis mutakhir untuk mereduksi kehilangan daya atau auxiliary drive loss. Mesin 1.6L MIVEC ini tidak lagi menggunakan sistem pompa air tradisional, melainkan beralih menggunakan komponen Electric Water Pump.

Dengan hilangnya beban gesekan sabuk mesin untuk memutar pompa, siklus pembakaran di dalam ruang mesin menjadi jauh lebih optimal. Modifikasi teknis inilah yang memangkas konsumsi bahan bensin secara drastis, sekaligus memastikan emisi gas buang tetap berada di level yang sangat rendah.

Analisis Cara Kerja Tiga Mode Penggerak Otomatis

Mengusung konsep “Electric Drive. Beyond Hybrid Confidence,” sistem komputer Xforce HEV secara real-time. Terus membagi tugas antara motor listrik dan mesin bensin berdasarkan kondisi jalan. Secara umum, terdapat tiga skema operasi otomatis yang berjalan di balik kap mesinnya:

  • Mode EV (Electric Vehicle): Pada saat mobil mulai berjalan, melaju konvensional di kecepatan rendah, atau merayap di kemacetan kota, motor listrik bertindak sebagai penggerak murni tunggal. Mesin bensin akan mati total untuk menjamin kabin yang senyap dan konsumsi BBM nol persen.
  • Mode Hybrid Serial & Paralel: Ketika mobil membutuhkan akselerasi spontan atau menghadapi medan tanjakan, sistem akan beralih ke mode hybrid. Di sini, mesin bensin akan menyala secara halus untuk memutar generator guna mengisi daya baterai. Atau ikut terjun langsung memutar poros roda bersama motor listrik demi mendapatkan traksi maksimal.
  • Mode High-Speed Cruising: Saat mobil melaju stabil dengan kecepatan tinggi di jalan tol, fitur Motor Disconnect Function pada transmisi transaxle terbarunya akan aktif. Hubungan motor listrik akan diputus total dari poros penggerak untuk menghilangkan hambatan magnetik. Alhasil, mesin bensin dapat bekerja sendirian pada putaran rpm yang paling efisien.

Keuntungan Produksi Lokal dan Fitur Transmisi Modern

Keputusan strategis MMKSI untuk memproduksi New Xforce HEV secara lokal di pabrik PT Mitsubishi Motors Krama Yudha Indonesia (MMKI) membawa dampak positif langsung bagi konsumen.

Berkat lokalisasi perakitan ini, harga jual kendaraan mampu ditekan menjadi sangat kompetitif di angka Rp445.000.000 (OTR Jabodetabek spesial peluncuran).

Hal ini menjadikannya salah satu opsi SUV hybrid berteknologi tinggi yang paling terjangkau di kelasnya. Pastinya mengungguli beberapa kompetitor impor yang masih dibebani tarif bea masuk tinggi.

Sebagai pembeda dari varian konvensional. Perpindahan daya pada varian HEV kini dikendalikan oleh sistem tuas transmisi elektris modern bermodel e-shifter atau shift-by-wire.

Kehadiran komponen e-shifter ini tidak hanya mendongkrak estetika konsol tengah menjadi lebih premium. Tetapi juga memastikan perpindahan gigi berjalan sangat presisi dan halus tanpa adanya entakan mekanis.

Pengemudi juga diberikan fleksibilitas penuh melalui 7 Drive Mode intuitif, termasuk mode EV Priority untuk memaksakan mode listrik penuh. Serta Charge Mode untuk mengisi daya baterai secara manual sembari melaju.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *