Bridgeout.id – Pilihan generasi Z dan milenial dalam memilih mobil pribadi mulai mengalami perubahan. Teknologi, inovasi, desain, hingga reputasi merek kini menjadi pertimbangan penting sebelum memutuskan membeli kendaraan.
Temuan tersebut terungkap dalam studi terbaru Populix bertajuk Decoding Indonesia’s Upper Middle MZs Consumer Signals in the Passenger Car Market. Riset yang melibatkan 800 pemilik mobil pribadi ini memotret perilaku serta preferensi konsumen kelas menengah atas dari kalangan milenial dan Gen Z di Indonesia.
Associate Research Director Populix, Susan Adi Putra, mengungkapkan bahwa satu dari lima responden memiliki ketertarikan untuk membeli mobil listrik maupun hybrid.
“Bahkan, sekitar seperempat responden mengaku sangat berminat membeli mobil listrik, dengan BYD, Hyundai, dan Wuling menjadi tiga merek yang paling diminati,” jelas Putra.
Meski kendaraan bermesin konvensional masih mendominasi dengan porsi 80%, minat terhadap kendaraan elektrifikasi mulai menunjukkan perkembangan. Mobil listrik mencatatkan porsi 12%, sedangkan kendaraan hybrid mencapai 8%. Ketertarikan terhadap mobil listrik dan hybrid juga terlihat semakin kuat, terutama di kalangan konsumen berusia 25–35 tahun.

MPV dan SUV Masih Jadi Pilihan Utama
Dari sisi penggunaan, segmen Multi-Purpose Vehicle (MPV) dan Sport Utility Vehicle (SUV) masih menjadi pilihan dominan di kalangan konsumen muda.
Mobil umumnya digunakan untuk menunjang aktivitas bekerja dengan frekuensi enam hari dalam seminggu. Adapun rata-rata jarak tempuh kendaraan mencapai 17,6 kilometer per hari.
Sementara itu, pola pembelian mobil juga memperlihatkan kecenderungan menarik. Enam dari sepuluh calon pembeli berencana menjadikan mobil baru sebagai kendaraan tambahan dalam satu tahun mendatang.
Untuk merealisasikan rencana tersebut, rata-rata anggaran yang disiapkan konsumen Gen Z dan milenial mencapai Rp493 juta.
Performa dan Reputasi Merek Jadi Pertimbangan
Dalam menentukan pilihan kendaraan, konsumen tidak hanya melihat harga dan fungsi. Performa mesin, desain futuristik, kualitas premium, serta reputasi pabrikan di tingkat global turut menjadi faktor yang memengaruhi keputusan pembelian.
Populix juga mencatat Toyota, Hyundai, dan Daihatsu sebagai tiga merek dengan tingkat kepuasan pelanggan tertinggi di antara delapan merek yang paling banyak dibeli dalam lima tahun terakhir.
Selain kualitas produk, layanan purna jual juga menjadi aspek penting dalam pengalaman kepemilikan kendaraan.
Konsumen menaruh perhatian pada kualitas pengerjaan bengkel, ketersediaan suku cadang, serta profesionalisme staf servis. Ketiga aspek tersebut menjadi faktor utama yang diharapkan dari layanan purna jual sebuah merek otomotif.
Temuan ini memperlihatkan bahwa persaingan industri otomotif di Indonesia semakin berkembang. Produsen tidak cukup hanya menawarkan kendaraan dengan spesifikasi dan desain menarik, tetapi juga perlu menghadirkan teknologi relevan, pengalaman kepemilikan yang baik, serta layanan purna jual yang dapat diandalkan.
Dengan meningkatnya ketertarikan terhadap kendaraan elektrifikasi, produsen otomotif juga dituntut memahami perubahan kebutuhan konsumen muda agar tetap kompetitif di pasar mobil Indonesia.

