Bridgeout.id – Atmosfer persaingan balap touring nasional makin memanas! Tim Honda Racing Indonesia (HRI) sudah pasang kuda-kuda buat melakoni putaran kelima dan keenam Mandalika Festival of Speed (MFoS) 2026. Seri penutup ini bakal digeber pada 17–18 Oktober 2026 di Sirkuit Internasional Pertamina Mandalika, Lombok, Nusa Tenggara Barat.
Bukan sekadar balapan biasa, ajang penutup ini jadi panggung penentuan buat HRI. Mereka membidik hasil maksimal demi mengunci gelar juara nasional sekaligus menegaskan dominasi Honda di panggung lintasan balap Tanah Air.
Kans Besar Sapu Bersih Gelar Juara
Memasuki seri pamungkas, para pembalap utama HRI mengantongi posisi yang sangat menguntungkan di papan klasemen sementara.
-
Kelas ITCR 1.200: Avila Bahar kokoh di puncak klasemen dengan raihan 88 poin. Langkahnya ditempel ketat oleh rekan setimnya sendiri, Andri Abirezky, yang menguntit di posisi kedua dengan 72 poin. Performa impresif keduanya mengandalkan ketangkasan Honda Brio RS yang lincah dan responsif.
-
Kelas ISTCR: Pembalap senior Alvin Bahar makin dekat dengan sejarah baru. Memimpin klasemen dengan 98 poin, Alvin berpeluang besar mengamankan trofi juara nasionalnya yang ke-15.
Orbitkan Talenta Muda Lewat HRI Team Management
Tak cuma fokus ngejar piala di skuad utama, HRI juga menunjukkan komitmennya dalam membina regenerasi pembalap masa depan lewat program HRI Team Management.
Salah satu talenta muda yang berhasil mencuri perhatian adalah Ananda Zayn Neymar. Mengandalkan Honda City Hatchback RS di kelas ITCR 1.500 Non-seeded, Neymar tampil gemilang saat debut di putaran ketiga dan keempat lalu dengan menyapu bersih dua kemenangan. Hasil manis itu membawanya memimpin klasemen sementara dengan koleksi 95 poin.
Di sisi lain, ada perjalanan menarik dari Rachel Cia. Dikenal lewat kancah drifting, Rachel kini menjajal tantangan baru di balap touring nasional bersama Honda City Hatchback RS. Proses adaptasi ini jadi bukti nyata bagaimana HRI memberi ruang belajar bagi para talenta baru untuk berkembang di disiplin balap yang berbeda.
Menjaga DNA dan Kultur Balap Honda
Bagi Honda, keikutsertaan di arena balap bukan sekadar memburu podium. Lintasan balap adalah laboratorium nyata untuk menguji engineering, performa, serta menjaga heritage kendaraan yang diproduksi.
Alvin Bahar, Direktur sekaligus Pembalap Honda Racing Indonesia, mengungkapkan optimisme timnya menjelang seri penutup ini.
“Seri terakhir menjadi momen penting untuk menentukan hasil kerja keras tim sepanjang musim. Kami datang dengan target mempertahankan gelar sekaligus menunjukkan bagaimana engineering dan performa mobil Honda diuji di lintasan. Melalui HRI dan HRI Team Management, kami juga ingin menjaga semangat balap Honda sekaligus mengembangkan generasi pembalap berikutnya,” ujar Alvin.

