Hujan dan Wiper: Kunci Visibilitas untuk Keselamatan

5 Min Read
Diskusi memperingati 100 tahun inovasi wiper Bosch.

Bridgeout.id – Hujan dapat mengganggu visibilitas berkendara. Sebab itu, kondisi wiper menjadi bagian penting dalam menjaga pandangan dan keselamatan di jalan. Dalam situasi tersebut, wiper dan keselamatan berkendara menjadi dua hal yang tidak dapat dipisahkan. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) memperkirakan sekitar 1,16 juta orang meninggal setiap tahun akibat kecelakaan lalu lintas, sementara jutaan lainnya mengalami cedera.

diskusi memperingati 100 tahun inovasi wiper Bosch.
Diskusi memperingati 100 tahun inovasi wiper Bosch.

Keselamatan Dimulai dari Kesiapan Kendaraan

Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan Republik Indonesia, Dr. Drs. Aan Suhanan, M.Si., menekankan bahwa budaya keselamatan tidak berhenti ketika kendaraan dinyatakan lulus uji tipe atau laik jalan.

“Kegiatan seperti Bosch Safety Driving Campaign ini merupakan salah satu contoh konkret bagaimana kolaborasi antara pemerintah dan industri dapat memperkuat edukasi keselamatan kepada masyarakat luas,” kata Kasubdit Uji Kendaraan Bermotor Kementerian Perhubungan RI, Heri Prabowo, dalam diskusi memperingati 100 tahun inovasi wiper Bosch di Jakarta, pada Kamis 3 September 2026.

Visibilitas Jadi Faktor Penting

Pengamat otomotif Institut Teknologi Bandung (ITB), Yannes Martinus Pasaribu, menjelaskan bahwa sebagian besar keputusan pengemudi sangat bergantung pada informasi visual yang diterima selama berkendara.

“Pengemudi mengambil keputusan berdasarkan apa yang mereka lihat. Karena itu, visibilitas yang baik menjadi bagian penting dalam membantu pengemudi membaca situasi dan mengambil keputusan lebih awal,” ujar Yannes.

Menurutnya, hujan berpotensi meningkatkan risiko kecelakaan lebih dari 31 persen, dengan kondisi kaca yang kotor juga dapat menurunkan efektivitas kontrol visual pengemudi. Akibatnya, waktu dan jarak yang tersedia bagi pengemudi untuk mengenali risiko serta mengambil keputusan menjadi semakin terbatas.

Kondisi Wiper Sering Terabaikan

Penurunan performa wiper umumnya terjadi secara bertahap, di antara lain; sapuan wiper yang meninggalkan garis air, munculnya suara berdecit, gerakan yang tidak mulus, hingga terdapat bagian kaca yang tidak lagi dibersihkan secara merata.

Country Sales Director Bosch Mobility Aftermarket, Griselda Iwandi, mengatakan kondisi wiper perlu diperiksa secara berkala seperti komponen kendaraan lainnya.

“Idealnya, wiper diganti setiap enam bulan, tetapi kondisi penggunaan juga perlu diperhatikan. Pengemudi tidak perlu menunggu sampai wiper berhenti berfungsi. Ketika hasil sapuannya mulai menurun, itu sudah menjadi tanda untuk melakukan pemeriksaan dan penggantian,” ujar Griselda.

Menurut Griselda, menjaga performa wiper tidak hanya berkaitan dengan kondisi karet. Kesesuaian produk dengan kendaraan, pemasangan yang tepat, serta keaslian produk juga turut menentukan kinerja wiper.

Edukasi Konsumen Jadi Bagian dari Keselamatan

Selain itu, distributor juga memiliki peran dalam memastikan informasi mengenai produk dapat diterima dengan tepat. Dengan begitu, konsumen diharapkan dapat mengambil keputusan sesuai kebutuhan sekaligus ikut menjaga aspek keselamatan berkendara.

President Director PT Berkat Otopart Indonesia, Yoke Pribadi, mengatakan edukasi kepada konsumen perlu mencakup kesesuaian produk, keaslian, hingga kanal pembelian yang terpercaya.

Pada akhirnya, menjaga visibilitas bukan sekadar persoalan mengganti satu komponen kendaraan. Kebiasaan memeriksa kondisi wiper menjadi bagian dari kesiapan yang lebih besar sebelum kendaraan digunakan di jalan.

Bosch Dorong Kepedulian terhadap Visibilitas

Bosch bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) turut menghadirkan kontribusi berupa wiper untuk mendukung kendaraan ambulans
Bosch bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) turut menghadirkan kontribusi berupa wiper untuk mendukung kendaraan ambulans

Perhatian terhadap visibilitas juga diterjemahkan Bosch melalui inisiatif Care for Sight. Program tersebut membawa perhatian terhadap pentingnya visibilitas dari sisi produk menuju kontribusi yang lebih luas bagi masyarakat.

Dalam momentum 100 tahun teknologi wiper Bosch, Bosch bersama Yayasan Tunas Bakti Nusantara (YTBN) turut memberikan kontribusi berupa wiper untuk mendukung kendaraan ambulans.

“Kontribusi tersebut tidak dimaksudkan sebagai solusi tunggal terhadap seluruh kebutuhan kendaraan darurat, melainkan sebagai bagian dari komitmen Bosch untuk terus mendorong kesadaran bahwa kesiapan kendaraan merupakan bagian dari ekosistem keselamatan yang lebih luas,” jelas Griselda.

100 Tahun Inovasi Wiper Bosch

Tahun 2026 menjadi penanda 100 tahun teknologi wiper Bosch. Perjalanan tersebut menjadi contoh bagaimana kebutuhan sederhana dalam berkendara terus mendorong perkembangan teknologi.

Managing Director Bosch Indonesia, Pirmin Riegger, mengatakan teknologi harus dikembangkan berdasarkan kebutuhan nyata manusia sehingga inovasi tidak berhenti pada penciptaan produk baru.

“Bagi Bosch, teknologi bukan hanya tentang menciptakan sesuatu yang baru. Melalui prinsip Invented for Life, kami ingin memastikan bahwa inovasi memberikan manfaat nyata bagi kehidupan manusia,” ujar Pirmin.

Komitmen tersebut turut tercermin melalui semangat Beres, Bosch, dengan menghadirkan solusi yang membantu pengguna menjalani aktivitas sehari-hari secara lebih mudah dan tenang.

Pada akhirnya, keselamatan berkendara tidak selalu dimulai dari teknologi yang kompleks. Memastikan kaca depan tetap bersih dan wiper bekerja optimal merupakan langkah sederhana yang dapat membantu pengemudi melihat lebih jelas, mengenali risiko lebih awal, dan mengambil keputusan dengan lebih tepat saat berada di jalan.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *