Mazda Indonesia Plant Beroperasi, Telan Investasi Rp400 M

4 Min Read
Peresmian Mazda Indonesia Plant di Bogor, Selasa 28 Juli 2026.

Bridgeout.idLangkah strategis diambil oleh PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) bersama PT Eurokars Produksi Pratama (EPP). Mazda Indonesia Plant beroperasi secara resmi sebagai fasilitas perakitan kendaraan pertama merek asal Jepang tersebut di Indonesia, yang berlokasi di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Pembangunan fasilitas manufaktur khusus (dedicated vehicle assembly facility) ini menyedot nilai investasi lebih dari Rp400 miliar.

Berdiri di atas lahan seluas hampir 65.000 meter persegi, pabrik ini menjadi pijakan utama strategi investasi jangka panjang Mazda di tanah air.

Standar Global dan Model Pertama Produksi Lokal

Berbeda dengan fasilitas umum yang menggunakan lini produksi bersama (shared assembly line), Mazda Indonesia Plant beroperasi penuh khusus untuk lini kendaraan Mazda. Seluruh fasilitas, peralatan, hingga metode perakitan disesuaikan dengan Mazda Global Manufacturing Standards.

Pada tahap awal operasionalnya, pabrik ini merakit Mazda CX-30 sebagai model pertama produksi lokal. Fasilitas ini memiliki kapasitas terpasang hingga lebih dari 10.000 unit per tahun melalui skema operasional dua shift.

Ricky Thio, President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, menegaskan pentingnya momentum ini bagi masa depan perusahaan.

“Peresmian Mazda Indonesia Plant bukan sekadar menghadirkan fasilitas perakitan pertama Mazda di Indonesia, tetapi juga menjadi fondasi bagi masa depan Mazda di Indonesia. Melalui investasi ini, kami menghadirkan standar manufaktur global Mazda sekaligus menegaskan komitmen jangka panjang kami untuk tumbuh bersama Indonesia,” ujar Ricky Thio.

Ia menambahkan bahwa ke depan fasilitas ini disiapkan untuk mendukung perakitan model baru. Peningkatan penggunaan komponen dalam negeri (TKDN), serta perluasan kolaborasi dengan industri pendukung nasional.

Transfer Teknologi dan Filosofi ‘Quality Before Volume'

Operasional Mazda Indonesia Plant tidak hanya memfokuskan diri pada kapasitas angka, melainkan juga memegang teguh prinsip Quality Before Volume. Seluruh lini produksi dari Sub-Assembly Line hingga Main Assembly Line dikendalikan secara terintegrasi. Melalui Manufacturing Execution System (MES) untuk menjamin pelacakan (traceability) tingkat tinggi.

Selain kecanggihan perangkat kontrol digital, Mazda menempatkan keahlian Sumber Daya Manusia (SDM) sebagai pilar utama. Seluruh teknisi dan operator dibekali pelatihan intensif di bawah pendampingan langsung tim ahli dari Mazda Motor Corporation, Jepang. tentunya dengan menanamkan nilai Monozukuri dan keahlian Takumi Craftsmanship.

Toru Nakajima, Senior Executive Officer, ASEAN Business Office, Mazda Motor Corporation, menyampaikan komitmen prinsipal dalam menjaga mutu manufaktur di fasilitas baru ini.

“Kami percaya bahwa kualitas dibangun oleh manusia, disempurnakan melalui proses yang disiplin. Dan, dipertahankan melalui perbaikan yang berkelanjutan. Karena itu, setiap kendaraan yang dirakit di fasilitas ini harus menghadirkan kualitas, craftsmanship, performa, keandalan. Dan, pengalaman berkendara yang diharapkan pelanggan Mazda di Indonesia,” tegas Toru Nakajima.

Sistem Validasi Ketat dan Dukungan Pemerintah

Untuk memastikan seluruh unit memenuhi standar global sebelum dikirim ke konsumen. Kendaraan yang selesai dirakit wajib melalui serangkaian pengujian di Dedicated Test Track, Water Leak Test, Under Body Inspection. Hingga evaluasi di Audit Room berbasis Mazda Quality Index for Customer (MQIC). Audit independen dari pihak ketiga (Third Party Audit) juga diterapkan sebagai validasi objektif tambahan.

Kehadiran pabrik perakitan ini turut mendapat sambutan positif dari pemerintah melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

“Kami mengapresiasi komitmen investasi Mazda melalui pembangunan fasilitas ini. Dengan kapasitas hingga 10.000 unit per tahun, kami berharap keberadaan Mazda Indonesia Plant dapat memberikan nilai tambah bagi perekonomian nasional melalui alih teknologi, pengembangan SDM, serta penguatan ekosistem industri otomotif,” ujar Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI.

Resminya Mazda Indonesia Plant beroperasi, Mazda menegaskan posisinya tidak hanya sebagai penyedia kendaraan premium. Tetapi juga sebagai bagian dari pertumbuhan industri otomotif manufaktur nasional yang berkelanjutan.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *