Pabrik Mazda Indonesia Siap Produksi Model Lain & Ekspor

4 Min Read
Mazda Indonesia Plant mampu memproduksi sesuai standar global Mazda.

Bridgeout.id – Pengoperasian Mazda Indonesia Plant di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, tidak hanya ditujukan untuk merakit model tunggal. Fasilitas perakitan kendaraan seluas mendekati 65.000 m² milik PT Eurokars Produksi Pratama (EPP) dan PT Eurokars Motor Indonesia (EMI) ini dirancang fleksibel. Sedianya memproduksi berbagai lini kendaraan Mazda lainnya di masa mendatang, sekaligus membuka peluang peneterasian pasar ekspor.

Meski pada tahap awal operasional fokus dialokasikan untuk merakit SUV Mazda CX-30. Infrastruktur dan Dedicated Line di pabrik bernilai investasi lebih dari Rp400 miliar. Diyakini sudah dipersiapkan untuk mengakomodasi perakitan model-model SUV Mazda lainnya secara bertahap seiring perkembangan bisnis perusahaan.

Kapasitas Fleksibel dan Rencana Ekspor

Dengan rancangan kapasitas produksi mencapai lebih dari 10.000 unit per tahun melalui operasional dua shift, pabrik ini memiliki ruang ekspansi yang cukup besar. Potensi kapasitas tersebut diproyeksikan untuk memenuhi permintaan domestik yang terus bertumbuh sekaligus melayani pasar internasional.

Ricky Thio, President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, menegaskan bahwa fasilitas ini disiapkan sebagai basis strategi manufaktur berjangka panjang.

“Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia. Mulai dari pengembangan model-model baru, peningkatan kapasitas produksi secara bertahap, hingga penguatan kolaborasi dengan industri pendukung nasional. Kami ingin memastikan bahwa investasi ini menciptakan nilai yang berkelanjutan,” ujar Ricky Thio.

Pernyataan ini sejalan dengan rencana strategis perusahaan yang menargetkan perluasan penyerapan komponen dalam negeri (TKDN). Serta, pembukaan peluang aktivitas ekspor kendaraan buatan Indonesia ke regional.

Standar Global Menuju Pasar Internasional

Untuk memastikan setiap kendaraan yang keluar dari fasilitas Bogor siap bersaing di pasar global. Mazda menerapkan sistem pengendalian mutu ketat berbasis Mazda Global Manufacturing Standards.

Seluruh proses operasional dipandu langsung oleh Instruction Sheets for Operation (ISFO). Dan, Instruction Sheets for Inspection (ISFI) di bawah pengawasan Mazda Motor Corporation, Jepang.

Dukungan penuh dari prinsipal global menjadi jaminan bahwa kualitas produksi lokal memiliki presisi setara dengan fasilitas manufaktur Mazda di Jepang.

“Mazda Motor Corporation mendukung pengembangan Mazda Indonesia Plant melalui transfer pengetahuan manufaktur, sistem produksi, praktik manajemen kualitas, serta pengembangan kapabilitas Sumber Daya Manusia. Setiap kendaraan yang dirakit di fasilitas ini harus menghadirkan kualitas, craftsmanship, performa, dan keandalan yang diharapkan pelanggan,” ungkap Toru Nakajima, Senior Executive Officer, ASEAN Business Office, Mazda Motor Corporation.

Peningkatan Daya Saing Otomotif Nasional

Kesiapan pabrik ini dalam memperluas varian model dan membidik pasar ekspor mendapat apresiasi positif dari pemerintah melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

“Dengan kapasitas produksi mencapai 10.000 unit per tahun, kami berharap kehadiran fasilitas ini dapat memberikan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian nasional melalui peningkatan aktivitas manufaktur dalam negeri, penguatan alih teknologi, pengembangan Sumber Daya Manusia, serta perluasan penyerapan tenaga kerja di sektor otomotif,” ujar Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI.

Melalui kapabilitas perakitan multimodel dan arah pengembangan ekspor tersebut, Pabrik Mazda Indonesia siap memperkuat daya saing ekosistem manufaktur otomotif nasional di kancah internasional.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *