Rolls-Royce Phantom Arabesque Rayakan Warisan Timur Tengah

4 Min Read
Rolls-Royce Phantom Arabesque merupakan pesanan dari konsumen Timur Tengah.

BridgeOut.id – Rolls-Royce Motor Cars kembali menetapkan standar baru dalam dunia otomotif ultra-luks dengan meluncurkan Phantom Arabesque, sebuah mahakarya one-of-one yang didedikasikan untuk menghormati warisan budaya Timur Tengah.

Proyek ambisius ini dikurasi langsung oleh Private Office Dubai, salah satu pusat komisi eksklusif Rolls-Royce di dunia.

Melalui model Phantom Extended ini, Rolls-Royce berhasil memadukan teknologi modern dengan elemen arsitektur tradisional Arab yang ikonik. Menciptakan sebuah kendaraan yang tidak hanya sekadar alat transportasi, tetapi juga artefak seni berjalan.

Baca Juga: DENZA dan Transformasi Luxury Electric Mobility di Indonesia

Interpretasi Mashrabiya

Fokus utama dari desain ini adalah interpretasi ulang terhadap Mashrabiya, yakni pola kisi-kisi kayu tradisional yang menjadi ciri khas rumah dan istana di Timur Tengah. Secara historis, Mashrabiya berfungsi untuk menjaga privasi sekaligus mengatur sirkulasi udara dan cahaya.

Dalam Phantom Arabesque, elemen geometris ini diintegrasikan secara jenius ke berbagai aspek kendaraan. Mulai dari detail eksterior hingga interior, motif Mashrabiya hadir sebagai jembatan visual yang menghubungkan nilai-nilai masa lalu dengan kemewahan kontemporer khas Rolls-Royce.

Inovasi paling radikal pada unit ini adalah penggunaan teknik laser-engraved pertama pada kap mobil (bonnet) dalam sejarah Rolls-Royce. Teknik yang membutuhkan waktu pengembangan selama lima tahun ini terinspirasi dari metode sgraffito asal Italia.

Tekstur Tiga Dimensi yang Presisi

Kap mobil dicat dengan lapisan gelap di bawah warna perak yang lebih terang. Kemudian laser mengukir pola Mashrabiya hingga kedalaman 145-190 mikron.

Hasilnya adalah tekstur tiga dimensi yang presisi. Menurut Tobias Sicheneder, General Manager Exterior Surface Centre, membuka kemungkinan kreatif baru yang belum pernah ada sebelumnya bagi para klien eksklusif.

Berpindah ke bagian kabin, interior Phantom Arabesque dirancang sebagai ruang yang tenang dan teduh. Pusat perhatian berada pada bagian Gallery, sebuah ruang kaca di sepanjang dasbor yang menampilkan karya seni marquetry rumit dari kayu Blackwood dan Black Bolivar.

Pola geometris pada kayu tersebut mencerminkan desain Mashrabiya yang ada pada kap mesin. Kombinasi warna kulit Selby Grey dan Black memberikan kesan modern dan elegan. Sementara bordir motif serupa pada headrest memperkuat identitas budaya yang diusung.

Baca Juga: Bocoran Mobil Baru di IIMS 2026, Ada Merek Baru

Michelle Lusby, Bespoke Lead Designer di Private Office Dubai, menyatakan visi dari proyek ini. Adalah menciptakan sesuatu yang terasa berakar secara budaya namun tetap murni Rolls-Royce.

Selain detail ukiran dan kayu, mobil ini juga dilengkapi dengan pintu Starlight yang memukau dan treadplates bercahaya yang menampilkan penampang motif ukiran kap mesin.

Setiap detail, mulai dari garis coachline yang dilukis tangan hingga figur Spirit of Ecstasy yang diterangi cahaya, dirancang untuk memberikan pengalaman sensorik yang mendalam bagi pemiliknya.

Rolls-Royce Phantom Arabesque Milik Klien di Timur Tengah

Penyerahan Phantom Arabesque kepada klien di Timur Tengah ini menandai tonggak sejarah penting bagi Rolls-Royce. Tentunya dalam memperkuat hubungan dengan pasar global yang paling cerdas.

Keberhasilan pengembangan teknik laser selama lima tahun ini membuktikan bahwa pabrikan asal Goodwood tersebut tidak pernah berhenti mengeksplorasi batas-batas kerajinan tangan.

Dengan hadirnya unit ini dalam koleksi pribadi sang klien, Rolls-Royce sekali lagi membuktikan bahwa mereka bukan sekadar produsen mobil. Melainkan pencipta impian yang mampu mewujudkan narasi budaya ke dalam bentuk fisik yang megah.

Sumber: Rolls-Royce

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *