PT Eurokars Produksi Pratama Diharapkan Masuk Program LCEV

3 Min Read
Mazda Indonesia Plant di Bogor.

Bridgeout.id Pengoperasian fasilitas manufaktur Mazda Indonesia Plant oleh PT Eurokars Produksi Pratama (EPP) membawa harapan besar bagi percepatan ekosistem transportasi hijau nasional.

Entitas manufaktur tersebut diharapkan dapat berpartisipasi aktif dalam program Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah (Low Carbon Emission Vehicle/LCEV).

Partisipasi tersebut selaras dengan implementasi Peraturan Menteri Perindustrian RI Nomor 36 Tahun 2021 tentang Kendaraan Bermotor Roda Empat Emisi Karbon Rendah.

Regulasi ini menjadi acuan utama pemerintah dalam mendorong pelaku industri otomotif memproduksi kendaraan yang ramah lingkungan, hemat energi, serta memiliki jejak karbon minimal.

Mempercepat Transformasi Otomotif Rendah Emisi

Melalui fasilitas perakitan baru di Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat, PT Eurokars Produksi Pratama memiliki kesiapan infrastruktur dan teknologi berstandar global.

Kehadiran pabrik ini dinilai menjadi momentum strategis bagi Eurokars Group. Untuk memperluas lini produksi ke arah teknologi elektrifikasi maupun kendaraan beremisi rendah di masa mendatang.

Langkah ini dipandang penting untuk mengakselerasi transformasi industri otomotif nasional yang tengah bergerak menuju era keberlanjutan dan pengurangan emisi gas rumah kaca.

Apresiasi dan harapan terhadap kontribusi industri manufaktur lokal ini disampaikan oleh pihak pemerintah melalui Kementerian Perindustrian Republik Indonesia.

“Pemerintah mengapresiasi komitmen investasi Mazda melalui pembangunan Mazda Indonesia Plant sebagai bagian dari upaya memperkuat industri manufaktur otomotif nasional. Semoga investasi ini menjadi tonggak penting dalam memperkuat daya saing industri otomotif nasional sekaligus mempererat kemitraan antara Pemerintah dan Mazda dalam mewujudkan industri otomotif Indonesia yang maju, berdaya saing, dan berkelanjutan,” ujar Setia Diarta, Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Kemenperin RI.

Sinergi Investasi dan Target Ramah Lingkungan

Sesuai ketentuan Permenperin No. 36 Tahun 2021. Program LCEV mencakup berbagai tingkatan teknologi ramah lingkungan. Mulai dari hemat energi (energy-saving cars), hibrida (hybrid electric vehicle), hingga kendaraan berbasis baterai (battery electric vehicle).

Kapasitas produksi terpasang mencapai lebih dari 10.000 unit per tahun serta dukungan transfer teknologi langsung dari Mazda Motor Corporation Jepang. PT Eurokars Produksi Pratama dipandang memiliki fondasi kokoh untuk memenuhi kriteria teknis dan efisiensi emisi yang disyaratkan regulasi.

Pihak manajemen menegaskan bahwa keberadaan fasilitas manufaktur ini memang didesain tidak hanya untuk memenuhi standar kualitas presisi. Melainkan juga untuk menciptakan nilai jangka panjang bagi ekosistem otomotif tanah air.

“Ke depan, Mazda Indonesia Plant akan menjadi fondasi bagi pengembangan manufaktur Mazda di Indonesia. Kami ingin memastikan bahwa investasi ini tidak hanya menghadirkan kendaraan berkualitas global, tetapi juga menciptakan nilai yang berkelanjutan bagi pelanggan, masyarakat, dan industri otomotif Indonesia,” ungkap Ricky Thio, President Director PT Eurokars Produksi Pratama sekaligus Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia.

Melalui sinergi antara regulasi LCEV pemerintah dan komitmen investasi berkelanjutan dari PT Eurokars Produksi Pratama. Transformasi industri otomotif Indonesia menuju era transportasi rendah emisi diharapkan dapat terwujud lebih cepat.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *