Bridgeout.id – Industri otomotif, khususnya sektor body repair dan pengecatan, membutuhkan tenaga ahli yang presisi dan memiliki kompetensi tinggi.
Menanggapi tantangan tersebut, Penta Prima melalui program Tinter War Championship berupaya mencari sosok “ahli cat” masa depan dari kalangan siswa SMK.
Program ini tidak hanya sekadar lomba. Melainkan sebuah platform pencarian bakat yang didesain untuk menemukan standar keahlian tertinggi di level pelajar.
Tinter War Championship 2026
Pencarian ahli cat ini melibatkan enam SMK terpilih, mulai dari SMKN 3 Kabupaten Tangerang, SMK Mitra Industri 03 Bekasi. Kemudian SMKN 26 Jakarta, SMK 1 Kemang Bogor, SMK Nasional Depok, dan SMK Texar Karawang.
Melalui seleksi ketat di tiap sekolah, Penta Prima ingin memastikan bahwa siswa yang terpilih benar-benar memiliki teknik pewarnaan dan pengecatan yang mumpuni.
Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk memperkuat ketersediaan tenaga terampil yang siap pakai bagi industri pengecatan otomotif nasional yang terus berkembang.

Sebagai bentuk pendalaman kompetensi, para finalis dari setiap sekolah wajib mengikuti training camp eksklusif selama tiga hari di pusat pelatihan Penta Prima.
Dalam karantina ini, mereka akan diajarkan teknik-teknik lanjutan (advance) yang biasanya diterapkan di level industri profesional.
Langkah ini diambil untuk memastikan bahwa saat memasuki babak Grand Final, para siswa telah memiliki mentalitas dan keterampilan teknis setara dengan ahli cat di dunia kerja sebenarnya.
Sinergi antara Dunia Industri dan Pendidikan
Agus Santosa, Direktur Utama PT Bina Adidaya, menekankan pentingnya sinergi antara dunia industri dan pendidikan melalui aksi nyata ini.
Selain memberikan wadah kompetisi, pemberian modul pelatihan ke sekolah-sekolah menjadi pondasi dasar. Tentunya agar siswa memiliki pengetahuan teori yang kuat sebelum terjun ke lapangan.
“Kami ingin memperkuat daya saing siswa SMK agar mereka tidak hanya menjadi lulusan biasa, tetapi ahli yang mampu bersaing secara global,” jelas Agus Santosa.
Barometer Baru Bidang Pengecatan di Indonesia
Pada babak Grand Final nanti, kemampuan para calon ahli cat ini akan diuji secara totalitas. Sedianya untuk memperebutkan hadiah uang tunai jutaan rupiah.
Namun, lebih dari sekadar materi, ajang ini memberikan pengakuan profesional bagi para siswa atas keterampilan yang mereka miliki.
Tinter War Championship diharapkan menjadi barometer baru dalam penilaian kompetensi bidang pengecatan di Indonesia. Sekaligus mempererat hubungan antara industri manufaktur cat dan institusi pendidikan formal.

