Bridgeout.id – PT SKF Indonesia memperingati 40 tahun kehadirannya di Indonesia dengan memperkuat komitmen untuk terus bertransformasi dan memperluas bisnis aftermarket otomotif. Perayaan empat dekade SKF di Indonesia berlangsung dalam ajang Automechanika Jakarta 2026 di NICE PIK2, Tangerang, Jumat 25 September 2026.
President Director SKF Automotive Indonesia, Vincentius Rajagukguk, mengatakan usia 40 tahun bukan hanya menjadi momentum perayaan, tetapi juga menunjukkan kemampuan perusahaan dalam beradaptasi terhadap perubahan industri.
“Selama 40 tahun SKF, kami sudah memberikan kontribusi yang sangat strategis bagi perkembangan industri otomotif, terutama bearing sebagai safety part,” ujar Vincentius.
Menurutnya, bearing merupakan salah satu komponen penting pada kendaraan. Karena itu, SKF terus mempertahankan kualitas produk sekaligus mengembangkan kapabilitas perusahaan untuk menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar.
Perkuat Bisnis Roda Dua dan Ekspansi Roda Empat

SKF Automotive Indonesia tetap akan memperkuat bisnis kendaraan roda dua yang selama ini menjadi salah satu sektor penting perusahaan. Vincentius menyebut SKF memiliki posisi di pasar bearing roda dua dan masih melihat peluang untuk mengembangkan bisnis tersebut.
“SKF terus berproses, SKF terus bertransformasi dan SKF akan memberikan kualitas yang terbaik,” kata Vincentius.
Selain memperkuat produk yang sudah tersedia, SKF juga menyiapkan sejumlah produk baru untuk memenuhi kebutuhan pasar Indonesia. Sementara di sektor roda empat, perusahaan menyiapkan strategi ekspansi yang lebih besar.
Mulai 2027, SKF berencana memperkenalkan portofolio wheel bearing generasi ketiga ke pasar Indonesia. Selain itu, perusahaan juga akan melakukan penetrasi ke aplikasi suspensi melalui produk strut bearing.
SKF Pisahkan Bisnis Otomotif dan Industri
Di tingkat global, SKF juga tengah menjalankan transformasi bisnis dengan memisahkan bisnis otomotif dan industri menjadi dua perusahaan independen. Director of Vehicle Aftermarket Sales Asia Pacific SKF, Ken Miao, mengatakan proses pemisahan tersebut telah berlangsung sekitar satu setengah tahun.
“Di automotive, kami membutuhkan pergerakan dan pengambilan keputusan yang lebih cepat. Sementara di sisi industri, dibutuhkan fokus bisnis yang lebih strategis,” ujar Ken.
SKF juga berencana memperkenalkan branding baru secara global pada November 2026. Dengan struktur baru tersebut, bisnis otomotif dan industri akan berjalan sebagai dua perusahaan berbeda.
Perluas Portofolio Aftermarket di Indonesia

Selama sekitar 40 tahun, SKF telah membangun hubungan dengan partner dan distributor lokal sekaligus melakukan investasi melalui fasilitas yang dimiliki di Indonesia. Pada sektor aftermarket roda dua, SKF akan tetap menyediakan solusi dengan dukungan tim lokal dan fasilitas yang telah dibangun selama puluhan tahun.
Portofolio tersebut mencakup water pump, driveshaft, seal, serta produk suspensi untuk kendaraan penumpang. Sementara untuk kendaraan komersial, SKF juga menyiapkan produk seperti seal dan grease untuk pasar aftermarket Indonesia.
40 Tahun SKF dan Langkah Menuju Masa Depan
Penguatan bisnis roda dua, ekspansi ke roda empat, pengembangan produk non-bearing, hingga solusi untuk kendaraan listrik menjadi bagian dari arah pengembangan SKF Automotive di Indonesia. Keikutsertaan dalam Automechanika Jakarta 2026 juga menjadi bagian dari upaya SKF memperkuat hubungan dengan partner, principal, distributor, bengkel, komunitas, dan konsumen.
Setelah empat dekade hadir di Indonesia, SKF kini memasuki fase baru melalui transformasi bisnis global dan pengembangan portofolio yang semakin luas. Perusahaan menegaskan komitmennya untuk terus berinvestasi, mengembangkan inovasi, serta menghadirkan solusi yang mengikuti perubahan kebutuhan industri otomotif Indonesia.

