VinFast Percepat Ekosistem E-Scooter Indonesia

4 Min Read
3 Motor Listrik Vinfast sudah hadir di Indonesia

Bridgeout.id – Rencana Indonesia mengurangi penggunaan sepeda motor berbahan bakar bensin (BBM) secara bertahap mulai mendapat dukungan dari pelaku industri otomotif. VinFast melihat kebijakan tersebut sebagai momentum untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, khususnya pada segmen roda dua.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita sebelumnya menyampaikan rencana pengurangan penggunaan sepeda motor bensin secara bertahap. Dalam kebijakan tersebut, sepeda motor listrik dipandang sebagai salah satu pendorong utama percepatan elektrifikasi transportasi nasional.

Indonesia memiliki lebih dari 120 juta sepeda motor yang beredar. Besarnya jumlah tersebut menjadikan Indonesia salah satu pasar kendaraan roda dua terbesar di dunia. Namun, tingkat adopsi sepeda motor listrik masih relatif kecil sehingga ruang pertumbuhannya dinilai sangat besar.

“Upaya percepatan elektrifikasi perlu didukung oleh kemudahan penggunaan dan nilai ekonomis yang nyata bagi konsumen,” ujar CEO VinFast e-Scooter Indonesia, Yordan Satriadi.

Siapkan Delapan Model E-Scooter

Setelah memasuki pasar Indonesia melalui kendaraan roda empat, VinFast berencana memperluas bisnisnya ke segmen sepeda motor listrik. Perusahaan mengonfirmasi rencana peluncuran lini e-scooter di Indonesia pada Juni 2026. Konsumen ditargetkan dapat melakukan pemesanan sejak awal pembukaan penjualan. Pengiriman unit juga direncanakan berlangsung pada bulan yang sama.

Pada tahap awal, VinFast akan menghadirkan sejumlah model berbasis teknologi battery swapping, antara lain:

  • VinFast Evo.

  • VinFast Feliz II.

  • VinFast Viper.

Perusahaan juga menargetkan kehadiran total delapan model e-scooter di Indonesia sepanjang 2026. Portofolio tersebut akan menyasar berbagai kelompok konsumen, mulai dari pelajar dan pekerja profesional hingga pelaku usaha serta operator armada komersial.

“Ini baru langkah awal. Sebagai bagian dari komitmen kami dalam memperluas portofolio produk, VinFast berencana menghadirkan total delapan model pada tahun ini guna membangun kehadiran yang kuat dan beragam di pasar Indonesia,” kata Yordan.

Gabungkan Pengisian Rumah dan Battery Swapping

VinFast tidak hanya mengandalkan harga sebagai strategi utama. Perusahaan menilai konsumen semakin mempertimbangkan kemudahan penggunaan, efisiensi, dan total biaya kepemilikan kendaraan dalam jangka panjang.

Untuk menjawab kebutuhan tersebut, VinFast menyiapkan model pengisian baterai hibrida. Model ini menggabungkan pengisian daya di rumah dengan sistem battery swapping.

Melalui battery swapping, pengguna dapat menukar baterai yang telah habis dengan baterai terisi tanpa menunggu proses pengisian berlangsung. Jaringan penukaran baterai akan dikembangkan bersama V-Green. Sejumlah stasiun percontohan mulai disiapkan di Jakarta menjelang peluncuran resmi produk.

Beralih dari CBU ke CKD

Pabrik utama kendaraan listrik VinFast di Indonesia berlokasi di Subang, Jawa Barat. Fasilitas ini disiapkan untuk merakit mobil dan motor listrik (e-scooter) secara lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD). Foto: Vinfast
Pabrik utama kendaraan listrik VinFast di Indonesia berlokasi di Subang, Jawa Barat. Fasilitas ini disiapkan untuk merakit mobil dan motor listrik (e-scooter) secara lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD). Foto: Vinfast

Pada fase awal, e-scooter VinFast akan dipasarkan menggunakan skema Completely Built-Up (CBU). Selanjutnya, perusahaan menargetkan peralihan ke perakitan lokal dengan skema Completely Knocked Down (CKD) pada 2027.

“Pada tahap awal, daya saing kami dibangun melalui efisiensi operasional dan pengelolaan rantai berskala besar,” ujar Yordan.

Ia menambahkan, peningkatan tingkat lokalisasi akan memperkuat struktur biaya dan kemandirian rantai pasok VinFast di Indonesia.

Tantangan Adopsi Motor Listrik

Meski memiliki potensi pasar besar, transisi dari motor bensin ke motor listrik masih menghadapi sejumlah tantangan. Ketersediaan infrastruktur, harga kendaraan, akses baterai, dan kepercayaan konsumen menjadi faktor penting dalam menentukan kecepatan adopsi.

Dengan strategi pengembangan produk, infrastruktur, dan lokalisasi, VinFast berupaya menempatkan Indonesia bukan hanya sebagai pasar ekspansi, tetapi juga sebagai salah satu basis pertumbuhan mobilitas listrik di Asia Tenggara.

Share This Article
Leave a Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *